KERJA KERAS VS KERJA CERDAS

Sebagai mahluk social manusia memiliki beberapa kebutuhan, antara lain kebutuhan primer dengan kebutuhan skunder, kebutuhan bisa tercukupi dengan adanya kita giat bekerja dan rajin bekerja dan hasilnya anda akan medapatkan apa yanga anda inginkan, kembali kepada pola pikir yang baik maka hasilnya pun akan baik, bekerja di era sekarang gampang-gampang susah bagi orang yang tidak memeiliki mindset dan bagi oang yang memiliki maindset pecundang bekerja diera sekarang sangat susah, dan orang yang mindsetnya pemenang akan mengatakan bahwa bekerja diera sekaang sangat menyenangkan karena banyak sekali dibumi ini terdapat orang-orang malas, orang-orang malas itu bisa digunakan untuk ispirasi mendapatkan penghasilan. Bekerja keras sah sah saja tetapi harus ada waktunya untuk mengakhiri pekerjaan keras tersebut, dimulai dengan kerja keras dan diakhri dengan kerja cerdas itu lebih baik dari pada anda semua harus selalu bekerja keras. Bekerja keras pada dasarnya yang digunakan adalah otot, jika anda merasa otot anda memang kuat sampai akhir hayat maka lakuakan pekerjaan itu dengan otot, tetapi jika anda merasa setiap usia  kita bertambah otot kita akan berkurang daya tariknya, maka rubahlah caranya bekerja anda yang dilakukan sekarang dengan lebih baik, bukan sekarang tidak baik tapi pikirkanlah jadikan pekerjaan yang anda miliki saat ini tidak telalu untuk menggunakan tenaga, tetapi menggunakan pikiran kecerdasan anda. Contoh disekolah yang sedang dibangun ada orang yang membangun tentunya, pegawai yang membawa batu, bata, pasir, kayu dan yang lainya untuk di jadikan sekolah itu adalah tukang bangunan. Setelah sekolah jadi dengan arsitektur yang diinginkan sekolah itu harus diisi dengan guru-guru atau tenaga yang lainya untuk bisa berfungsi sebagai mana layaknya sekolah tersebut, dan alhasil sekolah berjalan seperti apa yang diharapkan, dalam konteks ini tadi di depan saya jelaskan ada tukang bangunan, kemudian ada guru dan tenaga lainya, tetapi ada yang lebih menarik lagi yaitu orang mengkonsep semua sehingga terbentuknya sekolah tersebut, dari A sampai Z. apa ini pekerjaan yang gampang? Saya rasa gampang-gampang susah, kenapa saya katkan gampang-gampang susah? Karena setiap orang memiliki cara berpikir berbeda, orang yang berpikir biasa mereka akan melakukan kegiatan sehari-harinya untuk melakkan rtinitas yang ada tanpa memikirkan masa depannya dengan targetan-targetan yang baru, sedangkan orang yang mengkonsep tadi akan meakuakn inovasi-inovasi yang baru untuk mewujudkan hal-hal yang baru lagi. Disinilah kita dituntut untuk bekerja cerdas di banding dengan kerja keras, banyak hal yang harus kita lakukan untuk bisa berpikir kita bisa melakukan kerja cerdas tersebut. Yap benar apa yang ada dalam hati kecil anda mengatakan seperti itu benar, mulai belajar dari yang terbaik untuk bisa menjadi yang terbaik, belajarlah menjadi cerdas untuk anda sendiri setidaknya, jangan terlalu banyak memikirkan apa yang hendak orang lain perbuat pada anda. Ketika kesuksesan yang terjadi pada anda pada saat ini apakah dahulu orang lain ikut berpikir bagaimana susahnya anda mebangun ini semua, tentu tidak bukan. Tetapi sekarang apa yang anda rasakan orang-orang yang dulu mengatakan bahwa kita tidak mampu dan bahkan menghina kita habis-habisan mereka tidak sadar dengan ucapanya dulu dan sekarang mereka ingin bergabung dengan anda. Coba anda bayangkan begitu indah kerja keras yang didepanya kita simpan kerja cerdas supaya hasil apabun yang diraih itu adalah dari hasil pemikiran dua unsur kerja keras dan kerja cerdas, loh ko tadi kenapa saya liat judulnya kerja keras vs kerja cerdas? Disini saya gambarkan kepada maindset yang dimiliki seorang pekeja, biasanya mereka dengan mudahnya selalu bangga dengan apa yang diinginkan setelah bekerja, kemudian hasil pekerjaannya yang berupa uang penghargaan atas dirinya biasanya mereka porak-poandakan untuk kebutuhan sesaat karena mereka berpikir mereka akan bekerja lagi kemudian diawal bulan mereka akan mendapatkan gaji kembali, pola pikir itu yang harus kita pikirkan dan harus kita rubah dengan pola pikir yang mengedepankan kerja cerdas dan membawa tingkat kesabaran untuk merasakan apa yang anda ingin kan ingat sekali lagi bagaimana rasanya jika waktu yang anda lakukan hanya satu hari lagi. Terlambat dong, hanya anda yang tahu   

            Tindakan kerja cerdas harus mengutamakan perasaan hati, akal pikiran yang tenang, bukan dilakukan dengan penuh tergesa-gesa, ingat disini kita disini kerja cerdas bukan keras lagi. Ya ada dasarnya memang kita patut untuk bekerja keras, tapi anda harus menentukan kerja keras yang anda lakukan itu harus sampai kapan, dan anda harus berani mengganti kerja keras itu dengan pola kerja cerdas, kerja cerdas adalah tindakan yang kita lakukan dengan konsep yang matang dan hasil yang sempurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published.