Dari Kita Untuk Kita
087772927252 sms 087772927252 087772927252 DA675DB6

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
SELAMAT DATANG DI AREAKITA.COM

Boneka Retak Episode 1

KategoriBISNIS ONLINE, Novel
Di lihat15 kali
Harga Rp (Hubungi CS)

Detail Produk Boneka Retak Episode 1

Aku seorang wanita yang ingin kuat, panggil saja namaku Valisya, yang memiliki arti kasih sayang tersendiri bagiku. Aku memiliki postur tubuh yang kecil sebut saja imut-imut, karena menurut cerita mamaku, bahwa dari kecil aku tidak suka minum susu formula, aku hanya meminum asi dan makan pisang kepok rebus. Ini bukan karena keluargaku tak mampu tapi memang selera masa kecilku.
Menurutku yang seharusnya berbadan kecil adalah kakak perempuanku yang aku sebut “teteh” karena menurut cerita ketika tetehku baru berusia setahun, aku telah ada di dalam perut ibuku berusia empat bulan, jadi asi dan kasih sayang untuk tetehku terkuras untukku, terkadang pula orang-orang di sekitar kami menganggap kami layaknya anak kembar, karena keluargaku selalu memperlakukan apa pun yang sama kepada kami, baik baju, sepatu, makan, bahkan sampai boneka dan kamar. Namun, itu hanya pemikiranku dan kenyataannya tetehku lebih tinggi, dan lebih cantik dariku, bahkan memiliki nasib yang cukup lebih jelas di bandingkan diriku, karena ia telah menjadi wanita sempurna, karena dari rahimnya telah terlahir penerus keluarga kami yang sangat ku sayangi layaknya anakku sendiri. Keluarga ku adalah percampuran dari suku Jawa, Sunda dan Sumatra.
Aku di kenal sebagai orang yang cukup supel, walau awalnya terlihat egois, sedikit lebih percaya diri bahkan cendrung comel, dan memiliki pendidikan sesuai dengan yang di tetapkan oleh pemerintah untuk layaknya manusia kantoran. Tapi ku bukan wanita kantoran ku hanya abdi Negara dan masyarakat yang mendidik anak bangsa. Ya walau pun awalnya ku tidak ingin menjadi seorang pendidik karena aku memiliki cita-cita untuk berada di belakang komputer disebuah Bank. Tapi sayang mamaku kurang menyetujui ketika ku menginginkan sekolah tinggi yang cukup jauh dari orang tua padahal sekolahku gratis karena mendapatkan beasiswa, dan akhirnya ku turuti keinginan orang tua untuk bersekolah yang sejalan dengan dunia pendidik yang berada di sekitar rumahku.
Aku bisa dikatakan memilki kecerdasan yang berada di atas rata-rata teman-temanku. Tapi itu bukan karena otakku atau takdir Ilahi tetapi karena usahaku untuk bangkit dan aku memiliki seorang ayah yang aku sebut “abah” yang selalu mengajarkan dan mendidik aku dengan strong untuk menjadi juara. Aku selalu wajib belajar terutama saat menghadapi ulangan, abahku selalu menungguku belajar hingga larut, padahal abahku bekerja sebagai pegawai BUMN bagian pengendara transportasi umum yang sering jarang pulang, tapi tahu saja jika anak-anaknya akan ulangan, abah selalu saja ada waktu untuk mengajarkanku terlebih pelajaran yang tak ku suka yakni Matematika, belum lagi TV di rumah selalu di matikan kalau tahu aku mau ulangan. Tapi kini kurasakan manfaat dari apa yang di lakukan abahku dulu, dengan dari SD hingga Sekolah tinggi aku selalu menjadi juara, dan puncak tertinggi bahwa aku dinyatakan sebagai mahasiswa termuda, dan memiliki nilai tertinggi yang di sebut “coumloude” dengan IPK sebesar 3,77 dari seluruh mahasiswa di Sekolah tinggi Swasta yang ku jalani.
Hidupku selalu terlihat indah atau sukses…ku juga bingung, padahal jika aku pikir sebenarnya hidupku itu penuh dengan cobaan, lebih dikenal anak sekarang dengan sebutan selalu di “buli” oleh siapa ya….oleh orang disekitarku.

Aku tidak sekolah TK karena ku setiap hari pergi ke TK, mengantarkan teteh bersama mamaku. setiap hari di TK ku jenuh hanya nyanyi, makan, nangis, dan begitu-begitu saja. Aku selalu belajar di rumah bersama tetehku sehingga ku memiliki kecerdasan yang lebih di bandingkan orang lain dan aku berhasil masuk SD tanpa harus melalui sekolah TK. Masuk SD, ku seperti di buli tapi bukan karena kebodohanku, tapi sebaliknya karena kecerdasan dan kehebatanku, contohnya saja permainan zaman dahulu namanya lompat karet, aku tidak pernah kalah walau pun sampai finish atau di kenal dengan sebutan merdeka, sehingga teman-teman SD ku selalu berbicara tidak mau mengajakku bermain karena percuma mengajakku bermain tidak pernah kalah, bahkan aku sering mengemis pada mereka untuk di ajak main aku selalu mengumbar “aku akan pura-pura kalah deh…tapi ajak aku main ya…” sayangnya hal itu sulit berlaku dan aku terus saja di buli.
Di masa SMP ku pun aku di buli kembali, saat ulangan Matematika pelajaran yang sulit ku mengerti, ku tidak bisa mengerjakannya aku tengok ke kanan ke kiri tak ada satu pun orang yang mau memberi tahu jawaban bahkan mirisnya sahabatku, teman-temanku semua seolah memusuhiku saat itu, hingga aku menangis ketika melihat nilai matematikaku yang hanya mencapai 3,44. Dikelas itu ku marah kepada teman-temanku dan ku bertanya pada mereka mengapa mereka memusuhiku?, ternyata semua karena seseorang yang bernama “Nina Harnelia Eka Putri” seorang teman sekelasku juga, mengapa karena Nina? temanku Gusta menjelaskan ternyata soal matematika itu semua yang menjawab Nina karena Nina suka les, Nina mengancam semua orang agar memusuhiku karena ternyata ia cemburu padaku, akibat seorang laki-laki yang bernama Heru sedang mendekatiku, padahal aku suka tapi aku pun tidak punya keberanian karena Heru anak Band yang terkenal di sekolahku dan aku juga tahu Nina menyukaianya, jadi ku di buli lagi oleh Nina padahal aku tak bisa mendapatkan Heru.
Kalau di masa SMA sedikit lebih baiklah, ku punya sahabat yang kuper, cukup cantik tapi juga sangat pintar kecilnya samalah dengan aku. Bahkan sahabatku di bangku SMA dari kelas X dan XI adalah juara sekolah namanya ”Melisa Rahmawati” ia juara umum pertama dan aku yang kedua, namun kami tidak pernah memiliki hati yang sirik, kami selalu bersaing secara sportif, selalu dekat baik dalam keluarga dan saling mendukung, tapi itu ketika ku berada di pulau Sumatra kini ku berada di pulau Jawa dari kelas XII karena orang tuaku yang laki-laki yang ku sebut ”abah” meminta mutasi kerja untuk berada dekat dengan adik satu-satunya yang entah apa benar menyayanginya.
Daerah baruku ini di suatu daerah yang entah di bilang kota atau desa. Karena hanya ramai pada saat pagi hingga maghrib saja jika telah malam sudah seperti kota mati. Manusia yang memiliki keperluan harus memiliki kendaraan pribadi, karena kendaraan umum telah ngandang di tempatnya masing-masing.
****_____*****

Pagi ini ku terbangun lebih shubuh., lebih awal dari hari-hari sebelumnya, karena hari ini pertama kali aku bekerja yakni mengajar di sebuah sekolah Negri yang jauh dari daerah rumahku…tepatnya 1 jam jika naik kendaraan umum yang dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan “PS”.
Aku bekerja di SMA Negeri yang berada di pelosok desa jauh di ujung selatan daerahku. Setelah ku bersiap-siap untuk bekerja, mamaku yakni makhluk tuhan yang paling ku sayangi dan selalu menyayangiku mengantarkanku, kami berjalan kaki hingga sampai di depan pusat perbelanjaan yang bisa sedikit disebut modern di kota kami “Barata” dikenalnya. Mama mengantarkan aku untuk naik kendaraan umum ke sekolah baru tempat ku bekerja nan jauh di sana. Ini sih bukan pekerjaanku yang pertama, ku pernah bekerja di daerah Bogor, di daerah ku sendiri, melamar di SD bahkan sampai memohon kepada tetangga untuk bekerja di TK-nya juga pernah. Makanya ketika ku mendapatkan kesempatan untuk bekerja di SMA Negeri ku cukup bahagia karena masuk sekolah Negeri itu cukup sulit di era saat ini. Ku masuk di sana juga hasil rekomendasi dari “emak” sebutan untuk guru SMU ku, khususnya pelajaran bahasa indonesia yang juga selalu sayang padaku.
Tapi ku juga sadar aku masuk di sekolah ini karena aku kualat.., he..he.. kualat mungkin, ceritanya pada saat kuliah terakhir mendekati skripsi ada beasiswa untuk menyelesaikan skripsi bagi mahasiswa yang juga bekerja sebagai guru, lumayan beasiswanya sebesar 5 juta rupiah, zaman paceklik 5 juta ya lumayan uang jajan kuliahku saja hanya 5 ribu. Kesempatan itu tidak di sia-siakan semua mahasiswa berbondong-bondong mengikutinya hanya tinggal menyertakan SK mengajar, ku jadi lemas karena saat itu aku baru berhenti mengajar di Bogor malesnya karena anak sekolahnya masa ada yang mau jadi pacar gurunya, jadilah aku berhenti mengajar.
Aku berfikir dan terus berfikir, Alhamdulilahnya ada teman kuliahku namanya Evi, ia juga mau mengikuti beasiswa itu, setelah aku berbincang-bincang padanya ternyata Evi siap membuatkan aku SK mengajar di sekolah bapaknya tapi SD, untungnya bapaknya Evi adalah kepala sekolah, jadilah SK mengajar hingga kami semua mendapatkan beasiswa tersebut, jadi ku tidak menyusahkan orang tuaku sampai wisuda dan aku bisa membahagiakan dan membanggakan mereka.
Dan aku kualat SK palsu itu berlaku untukku sekarang, hanya bedanya dulu SK mengajarnya di SD tapi sekarang aku bekerja di SMA di daerah yang sama dan berdekatan, Tuhan memang adil bagiku…
****_____****
Pukul 06.00 tepat kami semua harus ada di depan pusat perbelanjaan tersebut bersama teman-teman guru yang lain, karena mobilnya akan cepat berlalu dan susah lagi cari mobil yang akan ke daerah itu, jika pun ada itu harus menunggu sampai siang, bahkan aku pergi ke daerah itu juga bersama bapak ibu tukang sayur yang berjualan di daerah tersebut.
Dalam keadaan mobil yang mengeluarkan aroma ikan, sayur, tempe dan beraneka ragam jenisnya bercampur di mobil itu. Ku duduk di posisi depan tepatnya sebelah supir karena biasanya guru itu cukup di hormati oleh orang-orang daerah tersebut, tapi tetap aku harus selalu sabar sewangi apa pun parfum yang di pakai bercampur dengan aroma sayuran, apa lagi lauk pauknya.
Pada saat mobil melaju mamaku tersayang menitipkan ku pada seseorang yang di sangka “kendek” mobil tersebut, mama hanya berkata ”titip anak saya ya… jangan sampai nyasar” di jawablah oleh anak yang sedikit muda itu sambil bergelantungan di pintu mobil sedang membereskan karung-karung sayur yang berada di atas atap mobil “ya..bu tenang aja”. Mobil pun melaju, saat itu pulalah mamaku berbalik kembali ke rumah. Di mobil tersebut ku berbincang-bincang dengan sopir tersebut bernama “Antan”. Aku pun berbincang-bincang banyak tentang daerah tersebut karena ku sama sekali tidak tahu daerah tersebut. Aku memang tidak pernah membeda-bedakan manusia dalam berteman termasuk supir atau kendek. Karena fikiranku aku akan bekerja di daerah sana dan pasti ku akan selalu ke daerah sana, makanya kita harus baik pada semua orang terutama yang berada di daerah sana, manusia kan tidak selamanya hidup sehat, dan bernasib baik, kalau kita suatu saat dapat musibah insyaAllah orang yang berada di sanalah yang membantu kita terlebih dahulu namanya juga musafir.
Anak muda yang disangka mamaku kendek itu ikut berbincang-bincang padaku, ia pun memperkenalkan namanya “Dewa” kami banyak berbincang-bincang hingga waktu tak terasa. Sekolah yang ku tuju telah sampai, ku segera bersiap-siap turun dan bekerja seperti layaknya seorang guru pada umumnya.

Produk lain BISNIS ONLINE, Novel

Rp 900.000
Order Sekarang » SMS : 087772927252
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAF
Nama BarangCepatlakoo WordPress Theme
Harga Rp 900.000
Lihat Detail
Rp 388.000
Order Sekarang » SMS : 087772927252
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAF
Nama BarangKungfu fb
Harga Rp 388.000
Lihat Detail

HUBUNGI KAMI

Alamat
Jalan Raya Pandeglang Km 6 Kp Rumbut Kec. Cibadak Lebak – Banten

BBM                 : DA86579E
WA                   : 085782447705

Hari Buka
Senin—Kamis: 9:00 AM – 17:00 PM
Jumat  & Sabtu: 13 :00 AM–17 :00 PM

Pengiriman

Hubungi Kami

087772927252
087772927252
DA675DB6
087772927252

Cek resi

087772927252
087772927252
DA675DB6
087772927252